Kerajinan Marmer yang Paling Terkenal dari Tulungagung | Contoh Kerajinan Minimalis

Kerajinan Marmer yang Paling Terkenal dari Tulungagung | Contoh Kerajinan Minimalis

Contoh Kerajinan Minimalis - Sekitar tahun 1998 diperkenalkan pengolahan batu dengan system chemist,yakni khususnya di barang-barang yang bermuatan huruf dan symbol.Dengan mempergunakan setting computer, maka akan dihasilkan huruf-huruf yang bervariasi dan beraneka ragam , sehingga tegnology pembuatan prasasti marmer kala itu mencatat perkembangan yang sangat berarti. Dalam segi teknis pengerjaan marmer tidak ada perkembangan yang signifikan ditahun 2002 sampai dengan sekarang , akan tetapi ada pergeseran model design dan varian produk ditahun-tahun dalam decade ini . 2007 banyak sekali varian produk lama yang tergeser , seiring banyaknya customer dari luar negeri yang datang membawa design kerajinan marmer sendiri untuk produk yang dipesannya. Kalau dulu para pengrajin berorientasi pada market, barang apa yang laris itulah yang diproduksi, akan tetapi pada tahun-tahun dalam decade ini, para pengrajin tinggal menunggu design order dan mereka dituntut untuk bisa mengerjakan design itu dengan tepat dan cermat . 0,5 bahkan 1 CM itu adalah biasa, akan tetapi sekarang ini anda akan hanya akan menemui satu varian dengan satu ukuran yang patent, bahkan tingkat toleransi selisih ukuran ini sangat kecil, semuanya dibawah 1,5 MM saja. Semua Tukang marmer atau pengrajin marmerdituntut lebih professional dibidangnya masing-masing dan dituntut lebih detail dalam pengerjaan barang produksinya.

Contoh Bathroom Set Marmer
Contoh Bathroom Set Marmer

Contoh Kerajinan dari Batu Marmer Paling di Cari

Varian produk kerajinan Cor Logam ini sangat digemari konsumen dan sangat laris dipasaran.Sampai dengan beberapa tahun komponen ini sangat diburu konsumen,Betapa tidak , jika dengan mengawinkan tegnology kayu jati ukir Jepara , kerajinan meja berbahan marmer ini harganya bisa tiga kali lipat, misalnya sebuah meja kayu ukir disilangkan dengan plat batu marmer. Persilangan dengan ukiran Jepara tidak banyak diminati konsumen . Jepara yang mengungsi untuk mencetak kreasi disini, mungkin mereka mempunyai tradisi seni yang lebih tua, sehingga tidak banyak yang ingin mengembangkan persilangan ini di Tulungagung.wal Hasil yang diterima konsumen adalah adalah perkawinan tegnology cor logam dari darah Klaten dan Sukoharjo.Terdapat Hit varian meja marmer saat itu misalnya : Meja Kacangan , Meja kacangan hati, meja rias,meja telephone kembang , meja dan kursi anggur, meja Oshin kaki logam, meja Isabella, meja Monalisa , dan sebagainya . Sampai dengan saat ini masih terdapat perkawinan dua kerajinan ini secara sempurna, meskipun tidak seramai kala itu , perkawinan dua kerajinan ini masih banyak diburu konsumen, akan tetapi kelihatannnya para pengrajin marmer intens sekali menggarap kerajinan logam mereka sehingga yang dikembangkan saat ini hanya kelas halusan dan tidak kelas brown seperti saat itu.

Akhirnya banyak yang merubah motif-motif mereka dengan bunga-bungaan, baru pada karya ornamental bunga ini seni relief lebih bisa diterima oleh konsumen pecinta marmer. Perkembangan dibidang teknik pengerjaan , pada waktu decade ini telah dikenal gergaji batu besar , diameternya mencapai 1,3 Meter lebih , bisa menggergaji balok ukuran plat 90 CM , Ya sangat besar.Dampak dari munculnya gergaji besar ini dibidang pengerjaan plat batu , muncul beberapa varian produk meja-meja besar , seperti “ Meja Oshin “ dan Meja makan,diameter 90 CM. Dan kemudian muncul tegnology “ gergaji Osrok” ( sebutan orang local untuk gergaji horizontal tenaga bolak-balik, disebut Osrok karena suara yang ditimbulkan ). Dengan munculnya gergaji Horizontal ini , bongkahan batu sebesar apapun bisa di belah dengan rapi.Utamanya dalam bentuk-bentuk plat batu, aplikasi gergaji horizontal ini adalah untuk pembuatan bahan meja makan besar untuk diameter diatas 1 meter , meja bilyard , dan meja customer service yang sangat panjang .Tegnology ini diadopsi dari pengolahan marmer di Italy, menurut cerita , orang Italy memberikan pesanan meja bilyard dalam ukuran yang besar yang bahan bakunya dari plat marmer, karena diyakini marmer tidak mudah pecah jika diaplikasikan sebagai lantai dasar meja bilyard ketimbang mempergunakan kaca.Dan pada waktu itu dia memperkenalkan tegnology Italy tersebut kepada masyarakat.

Model Kerajinan Marmer Minimalis

Sudah dikenal tegnology pembuatan kerajinan asbak marmer kotak.Pada generasi pertama ini juga ditandai dengan istilah “ mbodi” atau mempola sebuah kerajinan dengan betel atau tatah dan palu. Sistem pemasaran kala itu masih dari mulut kemulut dan dipasarkan dengan cara ideran -yakni system pemasaran door-to door , sehingga lambat laun marmer Tulungagung ini semakin dikenal masyarakat.Pada saat itu pertambangan marmer warisan dari Zaman Hindia Belanda sudah ada di Daerah Besole, yang saat itu masih termasuk dlam wilayah underdistric Wajak.Namun pada saat itu pengelolaan daerah tambang marmer ini sangat-sangat tertutup untuk umum belum ada pengusaha local yang ikut mengusahakan disekitar pabrik tambang marmer Tulungagung ini.Pada Dekade ini prasasti marmer sudah ada, karena seiring dengan aplikasi traso marmer pada kijingan , batu nisan dan makam , tegnology letter ( sebutan grafir red: Bahasa local) sudah diterapkan . Generasi kedua ini ditandai dengan beberapa perkembangan teknik dalam pengolahan marmer, antaralain,mulai dikenal tegnology bubut marmer, yang merupakan pemanfaatan bubut besi bekas dan rusak.

Jual Vas Air Tulungagung

Mesin belah ini biasanya disebut Blit,blit ini memiliki banyak sekali potongan gigi baja , yang disebut sebagai segmen baja inta, Nah segmen-segmen inilah yang dipakai untuk menembus kerasnya batu-batuan itu. 3 Ton lebih . Pada Generasi ketiga ini sudah mulai dikenal diskgrinder atau sering disebut sebagai skrap dalam bahasa local Tulungagung. Disk grinder ini mulai dikenalkan sebagai tegnology pengolahan marmerdan pembentuk bahan batuan menjadi barang-barang seni yang lain , yang tidak bias dikerjakan dengan cara dibubut. Pada tahun 1983, tegnology pembuatan patung dan ornament marmer semakin tidak terbatas jumlah kreatifitasnya, termasuk pembuatan relief dan prasasti besar, karena pembuatan prasasti besar selalu memerlukan skrap atau diskgrinder ini . Saya ingat betul pelopor kerajinan patung marmer pada waktu itu dipelopori oleh Bapak Teguh Gondrong, beliau tercatat sebagai salah seorang seniman yang sangat idealis , sehigga banyak menelurkan karya-karya seni , baik yang sempat hit dan ataupun yang sama sekali tidak laku dipasaran .

Model Kerajinan Cepuk Marmer
Model Kerajinan Cepuk Marmer


Tegnology bubut marmer ini adalah tegnology pembubutan kerajinan marmersebagaimana pengolahan kerajinan kayu, akan tetapi alat yang dipergunakan adalah bubut besi yang sudah rusak , aus komponen, dan sudah berkurang dalam hal presisi dsb.Alat ini pertama kali dikenalkan oleh Kelompok Binaan Pemerintah ORDE BARU saat itu, mirip kayak UMKM saat ini, Kelompok ini terkenal dengan nama “ ARGO BINANGUN” Kelompok ini mendapatkan program binaan pemerintah , berupa lahan dan juga perbengkelan, permodalan dan pembinaan-pembinaan teknik lainnya. 1980 menjadi sentral pelatihan dan pendidikan tenaga-tenaga trampil pengolahan marmer, baik dari daerah Kecamatan Campurdarat, ataupun dari daerah lain, bahkan dari luar Jawa pun banyak sekali yang belajar tegnology pengolahanmarmer ditempat ini. Pada generasi kedua ini sudah mengenal showroom, yakni sebagai tempat warga pengrajin marmer untuk menampilkan dan mendisplay kan barang dagangan mereka. Ukuran showroom kala itu hanya kisaran 20 M2 saja, ini sudah dikatakan sebagai showroom yang besar. 40 CM saja).Selain pemasaran dengan mendisplaykan kerajinan di Showroom , warga pengrajin marmer juga memajangkan barang dagangan dan kreasi mereka di rumah-rumah mereka, sebagai benda aplikasi perabotan rumah tangga.

Model Vas Bunga Terbaru

Mengingat tegnology aslinya sangatlah mahal, dan mencapai milyaran Rupiah kala itu, para teknisi mesin didaerah kami memodifikasi dan menciptakan kreasi mesin sendiri dengan tegnology serupa dengan mempergunakan barang-barang bekas dari pasar loakan besi tua.Mesin penggeraknya pun hanya dari mesin Kapal laut bekas yang didatangkan dari Surabaya.Sistem pemasaran masyarakat pengrajin marmer pun mulaiberkembang pesat, pada decade ini pertama kali dikenal penjualan secara eksport, mengingat banyak sekali Turis-turis asing yang berkunjung diBali, berburu kerajinan batu-batuan ini ke daerah asli lokal penghasil kerajinan ini . Para pengusaha-pengusaha sukses telah menyulap tempat mereka menjadi showroom-showroom raksasa, yang menampung kerajinan-kerajinan raksasa pula. Pada saat itu terjadi rivalitas-rivalitas antar pengusaha local , dengan ditandai munculnya patung-patung raksasa sebagai symbol dari keberuntungan mereka.Ada patung Gajah , ada patung Kuda, Banteng , Sapid an lain-lain. Ini adalah sebagai symbol prestise mereka sebagai salah seorang pemain besar didunia marmer ini.Kira-kira begitulah yang terjadi saat itu . Perpasangan yang sempat mendapat perhatian besar kala itu adalah munculnya varian produk dari kerajinan Cor Logam dari daerah Tulungagung, Jawa Timur.




APRELLIA DEWI
(WA) 085655553096 – 081235287116
Email : bastamarmer@gmail.com
Jl. Kanigoro NO. 40A Ds. Campurjanggrang Kec. Campurdarat Kab. Tulungagung Jawa Timur