Referensi Model Kijing Makam Kristen Dari Batu Marmer

Referensi Model Kijing Makam Kristen Dari Batu Marmer

Dalam ornamen, pola merupakan bentuk pengulangan motif, artinya sejumlah motif yang diulang-ulang secara struktural dipandang sebagai pola. Jika sebuah motif misalnya berupa sebuah garis lengkung, kemudian diatur dalam ulangan tertentu, maka susunannya akan menghasilkan suatu pola, sesuai dengan pernyataan Herbert Read (1957) bahwa pola merupakan penyebaran garis dan warna dalam ulangan tertentu. Menurut Gustami (1980) bahwa sebuah pola yang merupakan sususnan motif, dapat diulang dan diatur lagi sehingga membentuk pola yang baru, sedangkan pola lama menjadi motifnya. Sebagai salah satu contoh adalah pola setangkup yang banyak diaplikasikan pada kebanyakan ornamen di nisan makam datu (raja) dan kerabat kerajaan atau bangsawan (anakarung). Pola setangkup menggambarkan corak susunan yang menunjukkan kesamaan atau kemiripan bentuk dan ukuran di antara bagian kiri dan kanan secara berbalikan sebagaimana terlihat sebuah benda dan bayangan dalam cermin yaitu sifatnya simetris. 3) Ornamen pola kaligrafi. Ketiga jenis motif hias tersebut (geometris, organis dan inorganis, serta kaligrafi) kemudian melahirkan banyak pola yang diaplikasikan pada ornamen makam berdasarkan kebutuhan dan fungsinya.

Referensi Model Kijing Makam Kristen Dari Batu Marmer
Model Makam Eropa
Menerima pemesanan Pemesanan Batu Nisan Dekorasi Pusara Makam Kijing Pliser pembuatan kerajinan pusara makam dari bahan material batu asli gunung merapi. Batu nisan plisir kijing maesan dekorasi pada tempat persemaian pemakaman. Penanda makam untuk kunjungan tempat agar mudah di temukan dan juga di ingat untuk berziarah ke makam. Kijing /Pusara/nisan/ makam/maesan batu alam adalah patok untuk menandai makam/kuburan. Kijing /Pusara/nisan/ makam/maesan batu alam biasanya terbuat dari bahan yang tahan lama seperti batu, cor semen, keramik dan teraso. Bentuk kijing yang kami produksi, kebanyakan mengikuti bentuk yang sudah ada dengan ukiran motif flora. Kijing batu candi ini dibuat sedemikian rupa indahnya sebagai wujud kita dalam menghormati leluhur. Oleh karena itu kami memilih bahan batu candi sebagai bahan utama pembuatan kijing/nisan ini. Kijing yang kami produksi berbahan batu alam/batu candi/ batu lava. Kijing ini terbuat dari batu solid yang dibentuk dengan cara dipahat dan di ukir dengan alat pahat dan mesin pemotong.

Kijing Makam Marmer Model Eropa

Kedudukan kearifan lokal begitu sentral, karena merupakan kekuatan yang mampu bertahan terhadap unsur-unsur yang datang dari luar dan mampu pula berkembang untuk masa-masa mendatang. Sulawesi Selatan, khususnya pada wilayah etnis Bugis terdapat beberapa situs peninggalan sejarah dan kepurbakalaan yang sangat menarik, dan merefleksikan potensi budaya tersebut. Salah satu di antaranya adalah makam raja-raja peninggalan kepurbakalaan Islam kerajaan Bugis pada abad XVII-XIX, seperti yang terdapat pada kompleks makam kuno raja-raja Lamuru dan Bone di Kabupaten Bone serta kompleks makam kuno Jera’ Lompoe di Kabupaten Soppeng. Keberadaan makam raja-raja Bugis menjadi salah satu warisan kebudayaan fisik yang juga merupakan produk kesenian masa lampau. Kesenian tidak pernah lepas dari masyarakat sebagai salah satu unsur penting kebudayaan, dan kesenian adalah ungkapan kreativitas (Umar Kayam, 1981:38). Oleh karena itu ada dua aspek kesenian yang perlu diperhatikan, yaitu konteks estetika atau penyajiannya yang mencakup bentuk dan keahlian yang melahirkan gaya. Yang kedua adalah dalam konteks makna (meanings), yang mencakup pesan dan kaitan lambang-lambangnya (symbolic value).

Referensi Model Kijing Makam Kristen Dari Batu Marmer
Model Makam Marmer Custom
Jenis tanaman tertentu di suatu daerah tertentu menjadi inspirasi perwujudan ornamen yang karakteristik. Selanjutnya inorganis adalah perwujudan ornamen yang bersumber dari fenomena alam yang tidak hidup (nirhayati), yaitu tampak seperti, awan, bintang, bulan, matahari, sungai, karang dan lainlain. Penggambaran motif yang mengacu pada tumbuhan oleh Guntur (2004) juga mempunyai fungsi sakral atau simbolik. Fungsi sakral atau simbolik yang melekat pada ornamen dalam rupa tumbuhan dilatari oleh konsepsi atau pandangan suatu masyarakat terhadap jenis-jenis tumbuhan tertentu. Jenis motif tumbuhan adalah jenis motif yang banyak diaplikasikan dalam pola hias disetiap daerah, tidak terkecuali pada daerah Bugis, khususnya pada ornamen makam. Motif hias tumbuhan adalah motif yang paling banyak digunakan pada ornamen makam, biasanya pada tiap-tiap daerah menggambarkan jenis tanaman yang banyak terdapat di lingkungan sekitarnya, sebab disesuaikan dengan konsep atau pandangan masyarakat stempat, sehingga pada umumnya akan melahirkan interpretasi yang berbeda-beda. Motif hias tumbuhan merambat adalah motif hias yang sangat populer sebab disetiap ruang selalu dihiasi dengan jenis tumbuhan merambat, dan banyak digunakan sebagai motif selingan atau isian.

Nisan dan jirat menjadi satu kesatuan utuh yang saling terintegrasi menjadi sebuah tanda pusara, berikut gunungan makam yang merupakan satu elemen kesatuan jirat. Pusara sebagai tanda bahwa di tempat tersebut ada seseorang yang dimakamkan. Pemberian tanda pada penguburan Islam merupakan salah satu sunnah, sebagai hadits yang diriwayatkan Akhmad dan Muslim, “disunnahkan memberi tanda kubur dengan batu atau tanda lain pada bagian kepala”. Pemberian tanda kepala berupa menhir pada masa prasejarah dan nisan pada masa Islam, secara prinsip mempunyai kesamaan, yaitu tanda adanya penguburan. 

Model Makam Kristen Eropa Mewah

Untuk itu bentuk (form) adalah merupakan totalitas dari pada karya seni itu sendiri. Bentuk itu merupakan organisasi atau suatu kesatuan dari komposisi dengan unsur pendukung karya lainnya. 1. Bentuk Ornamen Makam Bentuk (form) adalah merupakan totalitas dari pada karya seni itu sendiri. Bentuk itu merupakan organisasi atau suatu kesatuan dari komposisi dengan unsur pendukung karya lainnya. Jenis Relief Ornamen Bentuk ornamen makam di kompleks makam menjadi elemen pendukung utama makam dan terlihat semakin khas dengan hadirnya jenis-jenis felief yang memperkaya ragam hias pada ornamen makam.

Ornamen kaligrafi dengan motif kalimat Tauhid adalah jenis ornamen dengan fungsi sakral sebab selain keterkaitan dengan konsep ketuhanan ornamen ini juga umumnya menjadi motif utama pada ornamen makam di kompleks makam rajaraja Bugis. 11. Ornamen Kalimat Dzikir. Motif kalimat dzikir dijelaskan dalam Al-Qur’an dan Hadits, di antaranya membuat hati menjadi tenang dan tenteram, membuat diri dekat kepada Allah, membuat diri dan agamanya dilindungi dari hal-hal yang merusak, dan menggantikan kewajiban yang tidak mampu dikerjakan. 

Model Kijing Kristen Batu Marmer

Dari penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa orang yang senantiasa bedzikir (mengingat) Allah, akan menjadi dekat kepada Allah, sehingga ia akan selalu dijaga oleh Allah dari hal-hal yang menyesatkan. Motif kaligrafi kalimat dzikir pada makam semuanya menjadi motif utama pada ornamen makam, yang menandakan bahwa kalimat dzikir adalah jenis ornamen yang berfungsi sakral. 12. Ornamen Kalimat Allah (Ismul Jalalah) Ismul jalalah (Allah) adalah kalimat yang mengandung pengertian bahwa sesugguhnya segala bentuk kekuasaan adalah milik Allah S.W.T..

Maka dari itu, keberadaan unsur-unsur lokal dalam kerangka budaya yang melatar belakangi ketertarikan dalam memahami lebih jauh keberadaan ornamen makam raja-raja Bugis di Sulawesi selatan. Konsentrasi analisis diarahkan pada studi terhadap ornamen makam di kompleks makam raja-raja Bugis, substansinya bertujuan untuk mengungkap secara analitis dan deskritif apa yang menjadi pokok permasalahan, yaitu bagaimana bentuk, fungsi dan makna ornamen makam yang terdapat di kompleks makam raja-raja Bugis. 

Kuburan Kristen Marmer

Oleh karena itu setiap permasalahan dalam artikel ini, yaitu ada pada substansi penelitian yang terkait dengan pemahaman keberadaan ornamen, sehingga diharapkan dapat memberikan informasi dan gambaran mengenai keberadaan bentuk, fungsi, dan makna ornamen makam di kompleks makam raja-raja Bugis yang komprehensif. Untuk itu agar dapat memberi eksplanasi keberadaan dan interpretasi terhadap makna pada pola dan motif dalam ornamen makam, maka pendekatan estetika diarahkan pada masa yang berhubungan dengan makam raja-raja Bugis. Berdasarkan hal tersebut estetika arkeologi sangat representatif diimplementasikan untuk membangun eksplanasi yang konstruktif, terlebih pada bentuk ornamen terdapat dua struktur bentuk, yaitu tuntunan (ajaran) dan tontonan.




APRELLIA DEWI
(WA) 085655553096 – 081235287116
Email : bastamarmer@gmail.com
Jl. Kanigoro NO. 40A Ds. Campurjanggrang Kec. Campurdarat Kab. Tulungagung Jawa Timur