Pedestal Wastafel Marmer Murah

Pedestal Wastafel Marmer Murah

Wastafel Pedestal
Wastafel Pedestal

Bintang Antik Sejahtera menerima pemesanan Wastafel Marmer, Wastafel Cuci Piring, Wastafel Kotak, Wastafel Bulat, dan semua produk berbahan batu alam khususnya marmer murni dan granit dengan harga terjangkau. Wastafel kotak ini mempunyai lubang ditengah-tengahnya sehingga, sebagai sarana untuk pembuangan air atau sering disebut sebagai drainase atau selang wastafel. Untuk ukuran bor yang kami gunakan untuk melubangi ditengah ini sudah sesuai dengan standart pabrik, jadi anda tidak perlu khawatir dengan daya fungsinya. Dikarenakan, wastafel ini sudah diuji coba kelayakan pakainya. Wastafel kotak marmer ini, memiliki panjang 50 sampai 60 Cm dan lebar standartnya 40 Cm, juga memiliki ketinggian yang proporsional yaitu sekitar 13 sampai 14 Cm. Sedangkan warna yang ditawarkan untuk wastafel kotak ini adalah warna putih dan hitam. Jadi, ketika anda menggunakan wastafel ini, bisa anda sesuaikan dengan keadaan rumah. Sehingga, anda bisa mendekorasi rumah anda dengan baik, namun keduanya mempunyai kesan yang netral jadi anda tidak perlu khawatir, karena warna netral itu bisa menyesuaikan. Kami juga melayani pembuatan wastafel sesuai dengan keinginan custom, selain itu kami juga menghadirkan banyak varian model wastafel hasil design yang telah di buat oleh pengrajin kami. Semua hasil buatan itu telah kami posting di website yang telah kami siapkan untuk mempermudah anda memilih kebutuhan yang anda cari, untuk kualitas bahan yang kami gunakan memang sudah tidak diragukan lagi, karena di sini kami selalu memberikan yang terbaik untuk customer yang sudah berlangganan kepada kami, dan kerajinan kami dikerjakan langsung oleh pengrajin Tulungagung yang sudah terbukti kualitas kerjanya.

Orang yang bercerita haruslah menarik, tidak membosankan, tidak statis, dan kaku. Agar orang yang melihat atau menonton merasa nyaman dan bisa merasakan makna dari sebuah gambar yg akan kita sampaikan, Itulah alasan mengapa Videografi, ilmu yang mempelajari tata cara pengambilan gambar dibutuhkan. Karena video adalah susunan dari beberapa gambar atau frame. Video yang menarik, haruslah memenuhi beberapa syarat. Syarat-syarat itu di rangkum dalam Videografi. Tidak jauh berbeda dengan teknik Fotografi, pentingnya pemahaman mengenai penggunaan kamera dan teknik pengambilan gambar saling terikat Terutama pada pengaturan Segitiga Exposure yakni Iso, Diafragma, dan Sutter Speed. Namun hal yang membedakan keduannya adalah, Videografi merupakan teknik pengambilan Gambar yang bergerak, lebih dari satu gambar atau frame, Maka dari itu ada beberapa hal yang ditambahkan khusus dalam Videografi, seperti teknik menggerakan kamera (Camera Movement) untuk menciptakan kesan, rasa dan mempercantik gambar. Tidak hanya Framing dan Angle saja namun pengambilan gambar juga harus menggunakan komposisi yang pas.

Wastafel Marmer Jenis Pedetal

Pedestal Corong Marmer
Pedestal Corong Marmer
 
Kenapa harus ada komposisi? Tipe-Tipe shot atau pengambilan gambar yang akan kita gunakan. Teknik pengambilan gambar, mencakup area yang luas dengan tujuan untuk menampilkan lokasi dan menunjukkan elemen di sekitar subjek utama dalam frame tanpa harus melihatkan subjek dengan jelas. Sama halnya dengan Extreme Long Shot, namun teknik ini menekankan keseluruhan subjek lebih jelas. Memperlihatkan aktivitas subjek dari lutut ke atas. Memperlihatkan aktivitas subjek dari pinggang keatas dan lebih menunjukan ekspresi subjek. Memperlihatkan aktivitas subjek dari dada keatas dan lebih menunjukan emosi subjek. Sama halnya dengan Close Up, namun lebih memperlihatkan bagian bawah dagu sampai dahi dan tidak ada headroom. Untuk mendramatisasi ekspresi subjek hanya pada bagian spesifik tertentu seperti mata atau mulut saja. Untuk menunjukan detail gerak gerik subjek seperti tangan yang sedang mengetik. Shot tambahan sebagai jembatan antar shot yang kadang tidak berhubungan langsung. Digunakan saat dialog antara 2 subjek atau perspektif dari belakang bahu lawan bicara, memakai bahu subjek lain sebagai foreground.

Menunjukan apa yang sedang dilihat subjek, agar penonton merasakan langsung apa yang sedang terjadi dalam scene. Kamera ditempatkan lebih tinggi dan menunduk ke arah subjek, untuk mengesankan subjek yang kecil atau terintimidasi. Posisi kamera lebih rendah dari subjek dan mendongak keatas untuk menunjukan subjek terlihat besar atau mengintimidasi. Untuk efek dramatis menunjukan ketidakstabilan emosi subjek. Prinsip dan teknik Fotografi yang juga digunakan dalam Videografi. Sama halnya dengan Framing pada Fotografi, semua bidang pandang pada Videografi bertolak dari bidang pandang Fotografi. Suatu hal yang paling membedakan Fotografi dengan Videografi ialah, Videografi menghasilkan gambar yang bergerak, maka dari itu, pergerakan kamera haruslah tersusun rapi dan smooth, guna menghasilkan video yang menarik untuk mendukung story telling dan menekankan cerita. Pan adalah gerakan kamera pada satu sumbu secara horizontal (mendatar) dari kiri ke kanan atau sebaliknya. Gerakan Pan biasanya dilakukan untuk mengikuti subyek (orang yang sedang berjalan), mempertunjukkan suatu pandangan yang lebih luas secara menyeluruh. Tilting adalah gerakan kamera pada satu sumbu secara vertikal, mendongak dari bawah keatas atau sebaliknya. Gerakan tilt dilakukan untuk mengikuti gerakan obyek, untuk menciptakan efek dramatis dan mempertajam situasi. Dolly out : Gerakan kamera menjauhi subyek. Pedestal adalah gerakan kamera di atas pedestal yang bisa dinaik dan turunkan. Sekarang ini banyak digunakan Porta-Jip Traveller.

Pedestal Minimalis Murah

Pedestal Minimalis
Pedestal Minimalis
 
Gerakan kamera secara lateral atau menyamping, berjalan sejajar dengan subyek yang sedang berjalan. Crab left (bergerak ke kiri) dan Crab right ( bergerak ke kanan). Crane adalah gerakkan kamera di atas katrol naik turun. Arc adalah gerakkan kamera memutar mengitari obyek dari kiri ke kanan atau sebaliknya. Zooming adalah gerakan lensa zoom mendekati atau menjauhi obyek secara optic, dengan mengubah panjang focal lensa dari sudut pandang sempit ke sudut pandang lebar atau sebaliknya. Zoom in : mendekatkan obyek dari long shot ke close up dan Zoom out : menjauhkan obyek dari close up ke long shot. Gempa bumi tidak setiap saat terjadi. Namun, setiap peristiwa atau adegan yang direkam seolah-olah selalu berlangsung pada saat terjadi gempa bumi. Atau seolah terjadi di seputar pentas dangdut. Semua serba goyang, termasuk videografernya. Gambar-gambar yang selalu bergoyang, tidak stabil, terkadang tidak fokus dan cenderung acak-acakan. Ini adalah bentuk kesalahan mendasar dan kebiasaan merekam tanpa rencana, sehingga merekam apa saja yang ada di depan kamera, namun tidak jelas apa yang menjadi subyeknya.Tidaklah berbeda dengan Photografi, namun ada 2 hal yang harus ditambahkan dalam Videografi yaitu Subjective Camera Angle dan Objective Camera Angle. Pada Subjective Camera Angle Kamera diletakkan di tempat seorang karakter (tokoh) yang tidak Nampak dalam layar dan mempertunjukkan pada penonton suatu pandangan dari sudut pandang karakter tersebut. Sedangkan Objective Camera Angle Kamera merekam peristiwa atau adegan seperti apa adanya. Sama halnya dengan Framing pada Photografi, Semua bidang pandang pada Videografi bertolak dari bidang pandang Photografi, mulai dari ELS (Extreme Long Shot) hingga ECU (Extreme Close Up). Begitupun pada hal ini, prinsip Photografi masih digunakan dalam Videografi. Suatu hal yang membedakan Photografi dengan Videografi, Videografi menghasilkan gambar yang bergerak, maka dari itu, pergerakan kamera haruslah tersusun rapih, guna menghasilkan Video yang menarik. Pan adalah gerakan kamera secara horizontal (mendatar) dari kiri ke kanan atau sebaliknya. Pan right (kamera bergerak memutar ke kanan)dan Pan left (kamera bergerak memutar ke kiri) Gerakan pan biasanya dilakukan untuk mengikuti subyek ( orang yang sedang berjalan), mempertunjukkan suatu pandangan yang lebih luas secara menyeluruh.

Ini akan menciptakan gambar-gambar yang statis dan monoton, karena tidak menawarkan variasi sudut pandang atau komposisi lain yang mungkin jauh lebih menarik. Juga kebiasaan hanya merekam sebatas level pandangan mata (standing eye level), meski sebetulnya akan lebih menarik jika suatu subyek diambil dari sudut alternatif (high angle atau low angle). Bukan sebuah kesalahan fatal, namun sekali lagi cenderung membosankan. Ini adalah contoh kebiasaan salah yang berkaitan dengan sudut pengambilan gambar (angle). Zoom adalah fasilitas dasar yang sangat membantu dan memudahkan dalam pengoperasian kamera video. Dengan zooming, kita bisa mendekati subyek (tele) atau menjauhi obyek (wide) tanpa harus berpindah tempat. Namun penggunaan fungsi zoom yang berlebihan dan dengan cara yang tidak semestinya, akan menghasilkan rekaman video yang tidak nyaman ditonton. Subyek tiba-tiba mendekat, lalu menjauh, lalu mendekat lagi. Maju, mundur, maju lagi, mundur lagi, persis seperti setrika. Ini adalah contoh kesalahan penggunaan fasilitas kamera. Bayangkan seseorang yang akan menyeberang jalan di zebra cross.




APRELLIA DEWI
(WA) 085655553096 – 081235287116
Email : bastamarmer@gmail.com
Jl. Kanigoro NO. 40A Ds. Campurjanggrang Kec. Campurdarat Kab. Tulungagung Jawa Timur