Bak Mandi Terasso Tulungagung | Gentong Air Bahan Teraso

Bak Mandi Terasso Tulungagung | Gentong Air Bahan Teraso

Gentong air dan sebuah alas terbuat dari batu atau biasa disebut batu pasujudan yang terletak di halaman Masjid Agung Lamongan kini telah ditetapkan sebagai benda cagar budaya. Gentong dan batu pasujudan tersebut merupakan situs purbakala yang memiliki nilai sejarah sangat tinggi, karena menjadi saksi bisu kisah Panji Laras dan Panji Liris. Alamudin menjelaskan, gentong dan alas pasujudan tersebut merupakan hadiah dari Dewi Andansari dan Dewi Andanwangi dari Kediri. Ketika itu, Andansari dan Andanwangi datang ke Lamongan sebagai mempelai perempuan dengan membawa hadiah berupa gentong air dan alas tikar yang terbuat dari batu. Kini dengan ditetapkannya sebagai benda cagar budaya, maka benda bersejarah tersebut kini memiliki kekuatan hukum jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Selain itu Pemkab Lamongan juga bisa melindungi Gentong dan batu pasujudan yang terletak di Masjid Agung Lamongan tersebut terutama jika terjadi perusakan atau pencurian karena sudah memiliki landasan dan payung hukum. Dapatkan update informasi pilihan setiap hari dari TIMES Indonesia dengan bergabung di Grup Telegram TI Update. Caranya, klik link ini dan join. Pastikan Anda telah menginstal aplikasi Telegram di HP.

Bak Mandi Terasso Tulungagung | Gentong Air Bahan Teraso
Bak Mandi Terasso Tulungagung | Gentong Air Bahan Teraso

Bak Mandi Terasso Tulungagung

Itulah tantangan yang arsitek muda Ari Wibowo saat membangun rumah milik Eddy Sandjoko berupa rumah tua di tepi Jalan Dr, Radjiman, tidak jauh dari kawasan Laweyan, Solo. Kawasan sekitar Laweyan terkenal sebagai salah satu tujuan wisata di Solo, Jawa Tengah. Selain terkenal dengan wisata belanja yang membuat ekonomi di sekitar kawasan ini terus bertumbuh, di Laweyan juga terdapat rumah-rumah tua bergaya arsitektur zaman kolonial Belanda yang merupakan identitas sekaligus bagian dari sejarah kawasan ini. Ide rancangan arsitek Ari Wibowo adalah mengembalikan rumah tua ke tampilan aslinya dan membuatnya hadir bersisian dengan rumah baru yang modem tanpa saling memengaruhi eksistensi rumah tersebut satu sama lain. Hasilnya adalah desain rumah yang menghadirkan perpaduan “dua dunia” nan harmonis. Pada tahap awal, arsitek berupaya “menyelamatkan” rumah tua yang posisi kavelingnya diapit oleh jalan besar di sisi timur dan jalan kompleks yang lebih kecil di sisi utara. Kondisi eksisting rumah tua ini berupa bangunan induk satu lantai yang berdiri menghadap ke jalan besar dan letaknya bersebelahan dengan bangunan servis serta terdapat halaman belakang dengan total luas lahan 800 m 2 .

Sebagian besar dinding luar rumah, terutama yang menghadap ke arah rumah tua, dibuat dari kaca mulai dari lantai sampai plafon. Arsitek Andreas Didik dan Anggoro Wahyudianto yang dipercaya untuk mendesain hunian milik Affandy Minarno berhasil mewujudkan suatu gagasan baru yang diaplikasikan pada hunian ini. Hunian yang sebagian berfungsi sebagai kantor ini dibangun setelah melalui komunikasi dan diskusi tentang desain dengan sang pemilik rumah. Didik yang ingin membuat sesuatu yang berbeda menjadi dasar dari konsep out of the box tersebut. Akhirnya arsitek mengusung bentuk lengkung untuk dijadikan pola dasar pembagian fungsi ruang dan sebagai “pembungkus” ruang dalam. Jadilah kemudian desain arsitektur dengan karakter lengkung. Konsep tersebut diwujudkan dalam bentuk “permainan” pola bentuk massa bangunan yang menyimpang dari pola grid dan dikembangkan dalam bentuk lengkung. Berada di atas lahan 496 m 2 dengan kondisi lahan yang berbentuk persegi, arsitek ingin memberikan konsep yang menyimpang dari keteraturan bentuk yang biasa pada rumah lengkung ini.

Bak Mandi Terasso Tulungagung


Secara struktur perkotaan, keberadaan trotoar merupakan bagian dari ruang terbuka umum (public space). Perencanaannya harus baik dan memenuhi standar. Trotoar sebagai Koridor Hijau Perkotaan Trotoar juga merupakan bagian dari ruang terbuka hijau kota. Pohon pelindung menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari keberadaan trotoar. Pohon-pohon ini selain sebagai peneduh yang akan memberikan kenyaman juga merupakan pengamanan untuk pengguna trotoar. Persyaratan trotoar yang ideal adalah aman, nyaman untuk pejalan kaki dan tampak asri karena deretan pepohonan. Denan demikian, apabila dilihat dari aspek makro perkotaan, trotoar yang telah menerapkan konsep ramah lingkungan dengan adanya pepohonan berarti telah membentuk trotoar menjadi kordior hijau perkotaan (green belt) yang tidak terputus. Pemerintah dan Pembangunan Trotoar Masyarakat umumbelum banyak mengetahui bahwa trotoar di Indonesia ternyata sudah ada penanggung jawabnya ssuai dengan lokasi trotoar. Trotoar di jalan arteri merupakan tanggung jawab Pemerintah Provinsi dan Kementerian Pekerjaan Umum sedang trotoar di jalan lokal menjadi tanggung jawab suku dinas PU setempat.

Aneka Ragam Hias Batik Batik memiliki berbagai jenis ragam hias. Dalam hal ini Elina hanya menerapkan beberapa ragam hias saja pada karyanya. Menurut Elina, ia menerapkan lebih banyak motif geometris yang mayoritas berasal dari motif batik Jawa Barat seperti motif kumeli, motif pecah kopi, motif rereng sapatu dan motif kupat manggu. Motif-motif tersebutlah yang banyak diterapkan pada desain karya Elina seperti pada piring dan gelas. Oleh karena itu karyanya tersebut memiliki keunikan tersendiri. Proses Pembuatan Keramik Berhias Batik Proses pembuatan semua karya keramik bermotif batik sama seperti proses pembuatan keramik pada umumnya yaitu melalui pembakaran tanahliat dalam suhu tinggi yakni sekitar 1200 derajat Celcius. Dengan demikian semua hasil produk yang dihasilkan bebas toksin dan aman untuk dipakai, bahkan untuk wadah makanan pun aman dipakai. Teknik produksi yang dipakai untuk membuat keramik batik ini adalah dengan cara cetak tekan, slab dan putar. Setelah selesai proses tersebut, masuk pada tahap pengeringan dan tahap pewarnaan, kemudian tahap finishing dan paekaging sebagai tahap terkahir.

Gentong Air Bahan Teraso

Hasil akhirnya adalah lingkungan RW 12 menjadi nyaman, hijau, dan asri. Vila zaman sekarang tidak lagi didesain apa adanya tetapi lebih memperhatikan penghijauan selain kenyamanan dan keindahan. Hal tersebut terjadi karena isu mengenai lingkungan yang saat ini semakin gencar dikampanyekan. Di kawasan Mega Mendung, Bogor Jawa Barat terdapat sebuah vila yang desainnya ‘peduli’ terhadap lingkungan. Vila keluarga yang diberi nama Vila Bumi Razana ini dulunya berukuran kecil dan sederhana. Setelah 30 tahun, perlahan- lahan bangunannya dikembangkan hingga luas lahannya mencapai dua hektar dan kerap dipakai untuk penginapan para relasi bisnis. Kini, vila ini terdiri dari tiga unit bangunan yaitu bangunan utama, pendopo vila dan rumah koi serta mengadop gaya resor di Bali. Menurut pemiliknya, Robby Budiansyah, Semua aspek desainnya “berbau” alam dengan pemakaian material modern sesedikit mungkin. Penataan vila mengikuti kontur yang ada dengan tidak mengubah sedikitpun kondisi lahan yang ada termasuk tetap mempertahankan pohon-pohon yang telah tumbuh (existing).

Gentong Air Bahan Teraso


Lantai atas dibagi menjadi dua kamar tidur, ruangan keluarga, ruangan kerja, cinema room dan balkon yang luas untuk tempat menjamu relasinya. Lanskap rumah tinggal ini didominasi oleh ”hijau” yang berasal dari rumput dan tanaman hias dengan beberapa pohon besar di sudut. Di depan terdapat sebuah kolam ikan yang dapat dinikmati langsung dari ruangan duduk di lantai dasar. Lahan berudara sejuk ini nantinya akan dikembangkan menjadi penginapan sederhana sekaligus galeri untuk karyanya, dan dirancang oleh Marchel bersama dengan arsitek Kenzo Wienand. Pertama, kaveling berkontur yang berada di huk jalan ini diolah menjadi lahan ber- trap dengan taman bunga dan jalan setapak menuju ke paviliun untuk galeri di bagian muka dan rumah induk di belakangnya. Wujud rumah pedesaan di Perancis Selatan diekspos diantaranya atap berbentuk pelana yang tinggi dan deretan kolom di lantai bawah yang memagari koridor serta teras. Fasadnya didominasi oleh jendela dan pintu kaca berbentuk kotak-kotak geometris sedangkan dinding luar bangunan diberi finishing acian semen bercat wama putih dan bertekstur kasar.




APRELLIA DEWI
(WA) 085655553096 – 081235287116
Email : bastamarmer@gmail.com
Jl. Kanigoro NO. 40A Ds. Campurjanggrang Kec. Campurdarat Kab. Tulungagung Jawa Timur