Lantai Marmer Lembaran Bahan Marmer Tulungagung

Lantai Marmer Lembaran Bahan Marmer Tulungagung

Barang setengah jadi tersebut kemudian digerinda dua tahap dan kemudian disempurnakan atau ditambal dan dipoles pada lapisan-lapisan yang berlubang hingga akan dihasilkan marmer yang mengkilap. Penggunaan marmer atau batu pualam tersebut biasa dikategorikan kepada dua penampilan yaitu tipe ordinario dan tipe staturio. Marmer pada saat ini masih merupakan barang mewah, kecuali untuk ukuran yang kecil-kecil sebagai souvenir. Marmer atau batu pualam yang mengkilap biasanya dijadikan salah satu ciri fisik kemewahan sebuah bangunan dan rumah. Kemewahan marmer belum ada yang menandingi karena kualitasnya yang baik dibandingkan produk lantai atau dinding dari bahan lain. Dilihat dari sisi pembiayaan, membuat lantai dari marmer harus menyiapkan dana yang tidak sedikit. Hanya orang yang memiliki dana berlebih saja yang mampu membelinya, guna menghiasi gedung atau rumah mewah mereka. Perkembangan yang sangat mencolok adalah dari segi penambangannya, karena saat ini telah lebih simple yaitu dengan menggunakan teknologi mutakhir. Sedangkan prospek ke depan untuk marmer masih dalam pangsa pasar yang masih terbatas di kalangan menengah samapai kalangan atas, kecuali hanya untuk souvenir yang kecil - kecil saja masih dapat dijangkau oleh kalangan menengah ke bawah.

Lantai Marmer Lembaran
Lantai Marmer Lembaran

Pengaruh temperatur dan tekanan yang dihasilkan oleh gaya endogen kan menyebabkan terjadinya kristalisasi kembali pada batuan tersebut membentuk berbagai foliasi mapun non foliasi. Akibat rekristalisasi tersebut akan menghilangkan struktur asal batuan tersebut tetapi akan membentuk tekstur baru, keteraturan butir. Pembentuk mineral ini di Indonesia yang sudah ditemukan adalah sekitar 30 - 60 juta tahun yang lalu atau berumur Kwarter hingga Tersier. Marmer akan selalu berasosiasi keberadaanya dengan batugamping. Setiap ada batu marmer akan selalu ada batugamping, walaupun tidak setiap ada batugamping akan ada marmer. Karena keberadaan marmer berhubungan dengan proses gaya endogen yang mempengaruhinya baik berupa tekan maupun perubahan temperatur yang tinggi. Untuk mengetahui besarnya cadangan suatu tubuh marmer maka biasanya dilakukan eksplorasi geofisika agar diketahui baik penyebaran horizontal maupun vertikal, kemudian dbuat sumur uji dan pemboran untuk mengetahui ketebalan lapisan. Untuk mengetahui kualitas marmer di suatu lokasi maka diambil sampel yang diuji di laboratorium baik fisika maupun kimia, secara mikroskopis.

Bahan Marmer Tulungagung

Sebagai bahan galian yang mempunyai nilai jual tinggi karena rona yang sangat indah, artistik, dan aspek kuat tekan dan geser yang tinggi menjadikan bahan galian ini mempunyai pangsa pasar yang relatif tinggi hingga pada pasar menengah. Penggunaan marmer biasanya untuk meja, tegel, hiasan dinding, pelengkapan rumah tangga sepeti guci, lampu hias dan lain sebagainya. Untuk tegel, dinding dan meja memerlukan diameter yang besar dan kualitas yang sangat baik dalam artian sedikit sekali adanya retakan dan kandungan minerl bijihnya, sehingga akan menimbulkan kesan dingin walaupun kenas sinar matahari sekalipun. Sejak zaman dahulu kala marmer sudah memiliki pasar yang baik, sehingga perburuan ke lokasi-lokasi penghasil marmerpun cukup tinggi. Italia merupakan negara pengahsil marmer yang sangat terkenal di dunia, walaupun pada kenyataannya bahanbaku marmer itu sendiri bukan asli dari Italia tetapi dari negara-negara lainnya yang dimasukan terlebih dahulu ke Italia. Marmer dari luar tersebut diproses terlebih dahulu di Intalia yang kemudian dikemas sedmikian rupa dan dipasarkan dengan merek Italia.

Lantai Marmer
Lantai Marmer

Kegiatan produksi, yaitu proses pemolaan, pemboran, pemahatan, dan seleksi tiap blok dan mengangkutnya ke lokasi pengolahan selanjutnya. Sedangkan pemahatan mendatar dimaksudkan untuk melepas blok dengan ukuran standar 260 x 110 x 135 cm. Kegiatan tersebut dibantu dengan alat angkat/tarik, alat dorong serta alat angkut. Setelah muncul teknologi baru yaitu dengan menggunakan alat pengerat bermata diamond, maka segala kegiatan eksploitasi dilakukan di lokasi marmer tersebut berada. Untuk tahap awal dilakukan pemolaan diameter batu yang akan dibelah dan dipotong, selanjutnya dibor sampai kedalam tertentu lalu dilakukan pengeratan tersebut. Pengolahan merupakan proses kegiatan memperhalus produk hingga menjadi produk yang siap dipasrkan. Untuk yang masih menggunakan teknologi lama maka blok batu pualam berukuran ( 260 x 100 x 135 ) cm digergaji menjadi lempengan-lempengan denganketebalan rata-rata 2 cm.

Lantai Marmer Lembaran

Pasar marmer atau batu pualam yang sempat kandas saat krisis melanda kini mulai membaik. Meski dari kualitas pengolahan marmer lokal masih kalah dengan polesan produk impor, namun dari sisi penjualan marmer lokal lebih baik. Produk lokal dengan impor memang tidak beda jauh seperti dari segi ornamen. Namun, harga marmer lokal lebih murah dibanding dengan yang impor. Oleh karena itu rata-rata konsumen menyukai produk lokal karena selain lebih murah ornamen yang disuguhkan juga hampir sama. Jika belum cukup jeli, sulit untuk membedakan antara marmer lokal dan impor. Pada umumnya marmer lokal berwarna terang, sedangkan yang impor warnanya agak gelap, seperti warna coklat. Tetapi, tidak berarti seluruh marmer impor berwarna gelap. Karena marmer yang asal Cina juga memiliki warna yang hampir sama dengan marmer lokal, seperti warna krem. Secara fisik akan nampak jelas dari aspek pori-porinya, dimana marmer impor memiliki pori-pori yang rapat sedangkan marmer lokal kurang rapat. Marmer atau dikenal pula dengan sebutan batu pualam merupakan batuan hasil proses metamorfosa atau malihan dari batuan asalnya yaitu batukapur.

Lantai Bakar
Lantai Bakar

Hal ini akibat kondisi perekonomian Indonesia sehingga sangat mempengaruhi tingkat konsumsi material impor karena dari segi harga tentunya sangat tinggi dengan perubahan nilai tukar rupiah terhdap dolar. Kondisi demikian juga mempengaruhi pada tingkat konsumsi marmer tersebut, dan ada peningkatan pada tahun 1998, para konsumen beralaih sementara pada produk domestik tetapi pada tahun 1999 kembali turun hingga tahun 2002 hanya menjadi 14,3 ribu ton. Ekspor bahan marmer tercatat di BPS sebagai ekspor barang tambang dan industri yakni pada tahun 200 ekspornya berupa kermamik dan marmer sekitar 596 ton , tetapi turun menjadi 561 ton dan 579 pad atahun 2001 dan 2002. Sedangkan ekspor berupa granit dan marmer adalah sebanyak 28,7 ton pada tahun 2000 tetapi turun pada tahun 2001 walaupun pad atahun 2002 kembali naik menjadi 28,4 ton. Marmer atau dikenal pula dengan sebutan batu pualam merupakan batuan hasil proses metamorfosa atau malihan dari batuan asalnya yaitu batukapur. Pengaruh temperatur dan tekanan yang dihasilkan oleh gaya endogen kan menyebabkan terjadinya kristalisasi kembali pada batuan tersebut membentuk berbagai foliasi mapun non foliasi.




APRELLIA DEWI
(WA) 085655553096 – 081235287116
Email : bastamarmer@gmail.com
Jl. Kanigoro NO. 40A Ds. Campurjanggrang Kec. Campurdarat Kab. Tulungagung Jawa Timur