Jual Prasasti Marmer Murah, Prasasti Marmer Batu

Jual Prasasti Marmer Murah, Prasasti Marmer Batu

PRABUMULIH - Belum lama ini sebuah prasasti dibangung tak jauh dari jembatan Jalan Lingkar Timur (Jalingtim) dekat Citi Mall. Di prasasti tersebut juga dibuat keterangan nama sungai. Namun belakangan proyek Direktorat Jenderal (Dirjen) Bina Marga Provinsi Sumsel itu diprotes. Pasalnya, penulisan nama sungai pada prasaksi tersebut dianggap salah dan telah menghilangkan bukti sejarah. Di dua prasasti tersebut tertulis Jembatan Sungai Bunut B dan Jembatan Sungai Kelekar B. Padahal Zainal, Ketua RW 01 Kelurahan Gunung Ibul seharusnya tertulis aliran Sungai Telang dan satunya Sungai Kelekar. “Terus terang saja, saya selaku RW dan warga pribumi di Gunung Ibul ini sangat tidak bisa menerima perubahan nama sungai ini. Sejak dari zaman nenek moyang kami nama sungai itu satu Sungai Kelekar dan satunya lagi itu aliran Sungai Telang,”keluhnya. Menurut dia, perubahan nama kedua dua aliran sungai dilakukan sepihak. Dan belakangan banyak tokoh masyarakat dan warga pribumi Gunung Ibul menyoal permasalahan tersebut. “Kalau nama aliran sungai itu diubah seperti ini sama saja akan merusak pembelajaran bagi para generasi anak cucu kita di sini ke depan untuk mereka dapat mengenali sejarah di lingkungan gunung Ibul ini, jangan seperti itu kami sangat tidak setuju,” tegas dia.

Model Prasasti Granit
Model Prasasti Granit

Harga Prasasti Marmer Termurah Se-Indonesia

“Aliran di jembatan yang ditulis jembatan Sungai Bunut B itu bukan Sungai Bunut tapi itu Sungai Kelekar. Yang sejak nenek moyang kami di sini terbentuk dari dua pertemuan arus aliran anak Sungai Nibung yang mengalir ke anak Sungai Kelekar,” jelasnya. Begitupun sambung dia, sejarah membentuknya aliran Sungai Telang yang diubah menjadi Sungai Kelekar B itu. Dikatakan Zainal, bahwa aliran sungai Telang itu merupakan berasal dari pertemuan dua arah aliran sungai nibung mengalir dahulu ke sungai kelekar hingga bermuara ke anak sungainya,” bebernya. Oleh karena itu, diharapkan oleh Ketua RW01 Gunung Ibul ini kepada pihak Pemkot Prabumulih untuk dapat segera berupaya menggantikan tulisan pada prasasti jembatan di lokasi tersebut seperti nama sungai sediakalanya. “Jangan sampai hal sepele seperti tulisan di jembatan ini terus dibiarkan, masyarakat pribumi disini mungkin bisa lebih marah, mereka warga disini sangat mengenal sejarah budaya di lingkungannya. Jadi kami sangat berharap hal ini bisa segera diperbaiki oleh pihak-pihak terkait,” tandasnya.

Kutukan yang tertuang tersebut adalah dipatuk ular apabila melewati tegalan, ditabrak macam apabila melewati hutan, dimakan buaya apabila melewati sungai, disambar petir saat turun hujan, kejatuhan halilintar apabila di dalam rumah dan jika tidak hujan datanglah petir agar terbakar. Satu lagi prasasti di Gresik yang berhasil ditemukan yakni Prasasti Karang Bogem. Prasasti ini memang ditemukan di daerah Karang Bogem Gresik sehingga diberi nama menggunakan daerah penemuannya. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, prasasti ini juga diduga ditulis pada zaman kerajaan Majapahit ketika masa pemerintahan Hayam Wuruk tepatnya pada tahun 1387 M. Di dalam prasasti ini dituliskan nama sang penulis yaitu Batara Parameswara Pamotan. Isi dari prasasti ini menceritakan tentang penetapan patih untuk daerah tambak Karang Bogem beserta dengan perbatasan wilayahnya. Selain itu, didalamnya juga berisi peraturan-peraturan dari kerajaan untuk rakyat yang bekerja sebagai nelayan maupun sebagai penambang nira. Dimana setiap warga diminta untuk membayarkan pajak penghasilan. Demikian adalah prasasti di Gresik yang telah berhasil ditemukan yang perlu Anda ketahui. Semoga memberikan manfaat untuk Anda semua.

Model Prasasti Marmer
Model Prasasti Marmer

Prasasti Marmer Nisan Terbaik 2022

Selain dikenal dengan perusahaan semen terbesar di Indonesia, Kabupaten Gresik ternyata menjadi salah satu tempat dengan situs peninggalan sejarah cukup banyak. Hal ini diketahui dengan adanya beberapa penemuan benda-benda kuno seperti gerabah dan prasasti di Gresik ini. Penemuan-penemuan tersebut kini telah disimpan oleh pihak berwenang untuk menjamin keamanan cagar budaya tersebut. Kali ini akan dibahas mengenai situs bersejarah di Gresik khususnya tentang prasasti-prasasti yang telah ditemukan. Prasasti di Gresik yang pertama adalah prasasti Butulan. Prasasti ini diberi nama Butulan karena ditemukan di dalam Goa Butulan. Orang juga sering menyebutnya sebagai prasasti Gosari karena letak Goa Butulan yang berada di desa Gosari, Ujungpangkah, Kabupaten Gresik Jawa Timur. Yang menjadikan prasasti ini menarik adalah media penulisannya bukan sebuah batu atau lempengan logam seperti lainnya melainkan pada dinding dari Goa Butulan itu sendiri. Meskipun masyarakat sekitar telah mengetahui adanya prasasti ini sejak lama, akan tetapi pemerintah baru mendapatkan informasi adanya prasasti pada tahun 2004. Setahun kemudian, prasasti ini diteliti yang akhirnya mengungkap tulisan yang terdapat pada prasasti.

Isi dari prasasti ini menceritakan tentang Sang Rama Samadya yang tersingkir dari kerajaan Majapahit akibat kurangnya dukungan politik. Pada prasasti ini tertulis tahun 1298 yang mengindikasikan sebagai tahun penulisan prasasti. Selain itu, peneliti menyebutkan bahwa prasasti ini bukan ditulis oleh Sang Rama Samadya sendiri melainkan salah seorang muridnya. Berdasarkan temuan lain seperti sumber mata air dan beberapa jenis gerabah, dikuatkan bahwa kala itu Sang Rama tengah bersemedi di dalam goa bersama beberapa muridnya. Kedua, prasasti di Gresik yang perlu Anda ketahui adalah Prasasti Waharu IV. Prasasti ini terdiri lempengan tembaga sebanyak enam buah dengan masing-masing lempeng memiliki ukuran 36 cm x 10 cm. Saat ini, prasasti ini disimpan di Museum Nasional. Isi dari prasasti ini berhasil diterjemahkan oleh A.B. Cohen Stuart pada tahun 1875. Prasasti ini menceritakan tentang Desa Waharu yang seperti mendapatkan anugerah dari Tuhan karena dipimpin oleh Buyut Manggali. Selain itu, di dalam prasasti ini juga tertulis kutukan-kutukan menakutkan.

Contoh Prasasti Peresmian Masjid Bahan Marmer Import

Contoh Prasasti Masjid Bahan Marmer Verde Import - Kali ini permintaan customer yakni papan nama masjid dengan bahan marmer import. Wah kini kami harus memberikan hasil yang maksimal juga walaupun kami belum pernah memakai bahan import untuk pembuatan prasasti papan nama. Dan akhirnya kami menawarkan marmer verde import yang memiliki warna hijau yang sangat mewah selain itu bahannya lebih keras dari bahan batu granit. Memang sebelumnya untuk pemebuatan prasasti kami menggunakan bahan unggulan marmer lokal dan granit. Namun kali ini mendapat projek prasasti bahan import. Oke kami kerjakan dengan semaksimal mungkin. Alhamdulillah hasilnya bagus dan memuaskan. Apalagi di dukung dengan tinta warna emas sehingga menambah kemewahan pada prasasti papan nama masjid tersebut. Kerajinan tersebut tentu di kerjakan tukang kami yang sudah mahir. Walaupun kerjanya 2x lipat lebih mengeluarkan keringat karena batunya yang keras tukang kami tetap memberikan hasil yang terbaik. Itulah salah satu keunggulan Bintang Antik Sejahtera, dapat menyelesaikan semua kerajinan yang customer inginkan.

Prasasti Peresmian Masjid Design Custom

Pesanan tersebut di pesan oleh customer langganan kami yang bertempat tinggal di Bali. Awalnya beliau mempercayakan kami untuk pemesanan marmer untuk lantai masjid karena beliau puas akan hasil yang kami kerjakan. Akhirnya beliau juga memesan prasasti tersebut yang memiliki ukuran 85 x 385 cm serta menginginkan bahan yang beda dari yang lainnya. Harga Pembuatan Prasasti Marmer tersebut tentu lebih mahal dari pada dari bahan batu granit. Karena kwalitas yang di dapat dari bahan tersebut juga istimewa selain itu bahannya juga marmer import. Kinerjanya pun lebih sulit dari pada menggunakan bahan batu marmer lokal maupun granit. Semahal - mahal nya kerajinan kalau pembeliannya di Bintang Antik Sejahtera tentu harga masih miring dari pada di toko lain. Karena kami pengrajin tangan pertama untuk pembuatannya. Nah sedangkan prasasti yang ini terbuat dari bahan batu granit yang memiliki harga lebih murah serta sering di gunakan oleh customer untuk keperluan peresmian, papan nama dll. Selain kami melayani prasasti papan nama kami juga melayani prasasti peresmian dengan ukuran standart yakni dari ukuran 30 x 40, 40 x 60 serta 60 x 90 cm. Yuk percayakan semua kerajinan yang anda perlukan hanya di Bintang Antik Sejahtera. Layanan marmer online, aman, murah dan terpercaya. Yang beralamatkan di Jl. Kanigoro GG 4 NO 35 Blumbang Campurdarat Tulungagung Jawa Timur.




APRELLIA DEWI
(WA) 085655553096 – 081235287116
Email : bastamarmer@gmail.com
Jl. Kanigoro NO. 40A Ds. Campurjanggrang Kec. Campurdarat Kab. Tulungagung Jawa Timur