Bongpay Cina Modern Terbuat Dari Bahan Batu Alam Pilihan

BONGPAY CINA MODERN TERBUAT DARI BAHAN BATU ALAM PILIHAN 

Hayam Wuruk, Kecamatan Manguharjo, Kota Madiun, mulai dilakukan. Rencananya, kawasan makam itu bakal dibangun rumah susun sederhana sewa (rusunawa). Pada Kamis ini, ada dua makam yang dibongkar secara mandiri oleh ahli waris. Pembukaan makam tersebut membutuhkan waktu cukup lama karena harus membongkar bangunan seperti kijing. Bahkan di dalam liang makam juga ada bangunan cor-coran yang membuat penggalian membutuhkan tenaga ekstra. Setelah berhasil dibongkar, pekerja pembongkaran makam di Bong Cino itu mengangkat sisa tulang dan barang-barang yang ikut dimakamkan. Di salah satu makam, bahkan ada kain sisa pakaian dan dasi yang masih utuh. Setelah itu, sisa tulang masih yang masih utuh serta pakaian dari makam diambil dan dibungkus menggunakan kain kafan. Selanjutnya dimasukkan ke dalam peti mati untuk dimakamkan lagi di tempat lain. Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kota Madiun, Totok Sugiarto, mengatakan pembongkaran makam secara mandiri mulai dilakukan hari ini. Menurut informasi dari ahli waris, ada dua makam yang dibongkar. Pembongkaran makam di Bong Cino ini menjadi salah satu persiapan untuk pembangunan rusunawa di kawasan tersebut. Rencananya, rusunawa bakal dibangun mulai awal tahun depan. “Rencana mau dibangun rusunawa di sini. Karena di kawasan makam ini kan memang sudah lama dijadikan tempat hunian warga. Selain itu, kawasan ini juga termasuk kawasan kumuh,” jelas dia. Totok menuturkan kawasan ini merupakan tanah aset Pemkot Madiun. Selain itu, Makam Cina ini juga sudah lama tidak berfungsi. Artinya sudah tidak ada yang dimakamkan di tempat ini. Selain itu, area makam ini termasuk kawasan strategis yang berlokasi di pinggir jalan utama. Sehingga kawasan ini menjadi strategis dari sisi pengembangan ekonomi. “Nantinya rusunawa ini akan dihuni warga yang sudah lama tinggal di kawasan makam. Karena memang warga sekitar sudah berkembang lebih banyak,” ujar Totok.

Nisan Perjamuan Bongpay Granit
Nisan Perjamuan Bongpay Granit

Nisan Perjamuan Bongpay Granit
Nisan Perjamuan Bongpay Granit

Selain bisa menyaksikan pemandangan yang indah dgn memakai teropong, pada lantai empat ini pun terdapat foto-foto dokumentasi aktivitas Gubernur Jawa Barat, disertai dgn beragam cinderamata & prasasti yang berasal dari seluruh Jawa Barat. Untuk mencapai bangunan teratas gedung ini, anda dapat menaikinya dengan 2 cara yaitu dengan menaiki 6 tangga kayu yang masing tangganya memiliki 10 anak tangga atau mempergunakan Lift. Apabila telah sampai di puncak menara Gedung Sate Bandung, maka Anda selain bisa melihat area pameran hasil atau perkembangan pembangunan di Provinsi Jawa Barat, yang tak kalah asyiknya adalah di puncak menara ini dilengkapi tempat wisata kuliner berupa teras kopi yang di desain sedemikian rupa sehingga sangat mirip dengan cafe-cafe terkenal di kota Paris Perancis. Di Tempat Wisata Di Bandung ini, Anda bisa merasakan syahdu serta eksotisnya hawa udara Bandung menyentuh anda dari puncak menara, sambil menikmati keindahan kota Bandung yang memang sangat terkenal eksotis dan romantisnya,serta di menara gedung ini juga pengunjung bisa dengan jelas melihat keindahan Gunung Tangkuban Perahu dari kejauhan. Gedung Sate yg berlokasi di Jalan Diponegoro No 22, Bandung amatlah gampang dituju karena terdapat di jantung kota Bandung. Akses jalan ke Gedung Sate tergolong cukup baik dan mulus tidak ada jalan rusak. Pada umumnya wisatawan yg berkunjung dari luar kota pasti menyempatkan diri untuk datang ke gedung bersejarah ini sekaligus mengunjungi Museum Geologi Bandung sebab lokasinya yang cukup dekat. Anda bisa menemukan banyak informasi di sini, mulai dari tata surya hingga keadaan geologi Indonesia. Di museum ini Anda juga dapat melihat-lihat fosil hewan-hewan maupun manusia purba, jenis-jenis batu yang ada di bumi, replika anjungan lepas pantai serta pertambangan, melihat sejarah pembentukan Danau Bandung, dan masih banyak lagi. Tidak ada komentar untuk artikel ini. Anda tidak diijinkan memberikan komentar.

Jika Anda ingin masuk kedalam gedung yang sudah dinobatkan sebagai suatu bangunan terunik di Indonesia, maka anda wajib memiliki izin dulu. Izin tersebut tidak sukar diperoleh apabila Anda menjalankan prosedur dengan betul. Bila Anda hanya ingin berada di area sekitar gedung saja maka Anda tak memerlukan izin khusus. Ada satu hal eksotis yang ditawarkan Gedung Sate Bandung kepada wisatawan. Selain di tempat ini bisa menikmati wisata budaya,pendidikan serta sejarah, di lantai paling atas terdapat menara tersembunyi, yang apabila dilihat dari bawah tidak akan terlihat. Setelah anda masuk kawasan Gedung Sate, yg pertama kali Anda temukan ialah perlengkapan gamelan bercitarasa Sunda yg cuma dimainkan di dalam acara-acara khusus saja, contohnya menerima tamu kehormatan ataupun acara resmi. Nyaris seluruh sektor dari bangunan ini ialah perkantoran, termasuk kamar yg pada jaman dulunya dipakai sebagai bui para tahanan Belanda. Nuansa berbeda akan Anda dapatkan jika Anda berada pada lantai empat. Lantai empat ini pada umumnya dipakai untuk menerima tamu kehormatan ataupun mengadakan acara yang resmi sehingga memiliki suasana yg lebih tenang.

Ornamen tersebut tentunya telah menjadi penanda atau markah bagi tanah kota Bandung yang tidak saja terkenal di seantero Jawa Barat saja, melainkan sampai ke seluruh peslosok tanah air. Ciri khas Gedung Sate tersebut juga menjadi pertanda pada beberapa bangunan lain dan objek wisata di Jawa Barat. Gedung yg didirikan pd tahun 1920 ini hingga saat ini masih berdiri tegar dan berperan sebagai sentral pemerintah kota Bandung. Gedung yg dijuluki sebagai Gedung Putihnya Bandung itu kini sudah menjadi satu-satunya lokasi wisata di Bandung yang mungkin paling banyak difungsikan sebagai lokasi berfoto. Hal tersebut disebabkan oleh arsitektur yg amat cantik & unik demikian juga dengan unsur history dan budaya yg terdapat didalamnya. Bukan cuma bangunannya saja yg amat diminati, tetapi juga unsur penghias bangunan tersebut yang berbentuk taman yg amat terpelihara dengan sempurna. Taman disekitar Gedung Sate merupakan tempat populer untuk wisatawan mengambil gambar, entah berfoto biasa untuk kenangan ataupun foto buat pengantin.

Gedung Sate bukan merupakan gedung yang bentuknya seperti sate maupun sebuah gedung yg menjual bermacam-macam jenis sate. Salah satu bangunan monumental yang artistik bergaya indonesia Eropa yang kini ditempati sebagai kantor Gubernur Jawa Barat. Disebut dengan Gedung Sate karena pada puncak bangunan gedung terdapat ornamen yang memang mirip dengan sate. Gedung bersejarah yang terletak di Jl.Diponegoro no.22 ini bisa diakses dengan cukup mudah, karena lokasinya memang berada di pusat Kota Bandung. Gedung Sate kerap dijadikan tujuan wisata bagi para wisatawan asal luar kota. Apalagi, area sekitar Gedung Sate pasti ramai di waktu-waktu tertentu seperti pada malam Minggu atau Minggu pagi. Gedung Sate dibangun pada tahun 1920 oleh tim perencanaan bangunan yang terdiri dari Ir.J.Gerber, Ir. Eh. De Roo, Ir. G. Hendriks, dan Gemeente van Bandoeng yang dipimpin oleh Kol. Pur. VL. Slors. Gedung Sate yang jadi kebanggaan warga Jawa Barat ini disebut-sebut sebagai bangunan dengan arsitektur paling indah di Indonesia, karena bangunan ini memadukan budaya barat dan timur.

Gedung ini pada masa Belanda disebut dengan Gouvernements Bedrijven (GB). Peletakan batu pertama bangunan ini dilakukan oleh seorang puteri sulung Walikota Bandung ketika itu B. Coops dan Petronella Roelofsen, yakni Catherine Coops, yang mewakili Gubernur Jenderal Batavia JP Graaf van Limburg Stirum pada tanggal 27 Juli 1920. Yang cukup fenomenal dari pembangunan Gedung Sate Bandung ini adalah dengan didatangkannya 150 orang ahli pemahat atau ahli Bongpay atau pengukir batu nisan dan kayu asal negeri tiongkok/china yang berasal dari daerah Konghu/Canton,serta dibantu ribuan tukang batu,aduk serta tenaga bantuan atau laden lainnya yang berasal dari daerah sekitar Bandung yaitu sekeloa,coblong Dago,Gandok dan Cibarengkok. Untuk biaya pembangunannya sendiri, Gedung Sate Bandung menghabiskan dana sebanyak 6 Juta Gulden,sebuah dana pembangunan yang sangat besar dan fenomenal di masa itu.Makanya sebagai simbol kemegahan serta kemewahannya,dibuatlah puncak menara gedung seperti tusuk sate dengan ornamen berbentuk jambu air sebanyak 6 buah. Ciri khas Gedung Sate yakni berupa ornamen tusuk sate yang berada pada menara sentralnya.

Oleh karena itu sering harus mengorek gundukan kuburan untuk memperoleh jangkrik. Tahun 1980-an akhir saya sering lari pagi di jalan utama beraspal Pekuburan Cina Cikadut ini. Lalu lintas kendaraan bisa dikatakan nihil. Ada dua tanjakan yang curam dan agak panjang cukup menguras tenaga. Pukul 5 pagi tidak terlalu gelap, karena area pekuburan adalah ruang terbuka. Hanya saja seputar krematorium karena ada pohon-pohon besar nan rindang cukup gelap. Kalau lewat di depannya selalu saja ingin menoleh krematorium dan lari tidak bisa dipercepat karena sudah capai. Apalagi di depan mata masih ada tanjakan. Ehmm. Ketika mata menoleh ke selatan kota Bandung masih ditaburi cahaya lampu-lampu. Indah sekali. Setelah mencapai ujung utara pekuburan ada perkampungan dan ada saja warung yang menjual makanan dan minuman ringan. Lumayan ada bala-bala, gehu (toge tahu), comro (oncom di jero) dan leupeut (lontong). Krematorium didirikan tahun 1967 (kiri). Pulangnya jalan santai, apalagi jalanan menurun, kalau berlari bisa nyungsep atau “ti totolonjong” (terus berlari dan sulit untuk berhenti) bisa-bisa nabrak pagar kuburan.




APRELLIA DEWI
(WA) 085655553096 – 081235287116
Email : bastamarmer@gmail.com
Jl. Kanigoro NO. 40A Ds. Campurjanggrang Kec. Campurdarat Kab. Tulungagung Jawa Timur